عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب ويكذب فيها الصادق ويؤتمن فيها الخائن ويخون فيها الأمين

Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang menipu, dimana (kala itu) orang yang berdusta dianggap jujur dan orang yang jujur didustakan, dan seorang penghianat dianggap amanah dan seorang yang amanah dianggap pengkhianat. .alhadits

 [H.R. Ibnu Majah dan disahihkan syaikh Al Albani dalam As Shahihah]

 

                Rasulullah n mengkhabarkan kepada para shahabat kala itu, bahwa akan datang suatu masa yang menipu. Dimana manusia telah terbalik penilaian dan pendapatnya. Sehingga suatu hal yang buruk justru nanti akan dianggap baik dan yang baik justru dirasa aneh, nyleneh dan buruk. Kala itu pelaku kebaikan serasa terkucilkan layaknya pelaku keburukan, sedang pelaku kejelekan justru mendapat tempat dihati manusia dan didukung oleh mereka. Ini menunjukkan akan rusaknya keadaan manusia diwaktu itu. Sebagaimana hal ini telah Rasulullah n terangkan dalam hadits diatas yang menunjukkan fenomena tersebut.

                Hadits diatas adalah ucapan Rasulullah n yang menerangkan kepada kita tentang tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Suatu masa dimana manusia telah begitu jauh dari agama mereka. Rasulullah pernah bersabda :

خير القرون قرنى، ثم الذين يلونهم، ثم الذين يلونهم، ثم يجئ بعدهم قوم يخونون ولا يؤتمنون، ويشهدون ولا يستشهدون، وينذرون ولا يوفون

Sebaik-baik masa adalah masaku, kemudian orang-orang mengikuti setelah, kemudian orang-orang setelahnya. Kemudian akan datang setelah mereka suatu kaum yang berkhianat dan tidak dipercaya, dan bersaksi padahal tidakdiminta bersaksidan orang yang melakukan nadzar namun tidak menepatinya.

Dalam hadits ini Rasulullah n telah menerangkan bahwa masa terbaik adalah masa beliau kemudian masa setelahnya dan yang setelahnya. Hingga merekapun akan digantikan oleh kaum yang sifatnya bertolak belakang dengan mereka. Penilaian atas kebaikan dan keburukan telah berbalik.. Masa tersebut telah begitu jauh dari petunjuk dan arahan. Senada dengan hadits diatas adalah hadits berikut :

“إذا ضيعت الأمانة فانتظر الساعة”

Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat.

Seorang shahabatpun bertanya:  “wahai Rasulullah, bagaimnakah wujud penyia-nyiaannya? maka Rasulullah n menjawab :

“apabila perkara dberikan kepada yang bukan ahlinya”

Jawaban Rasulullah ini adalah jawaban yang bersifat global dan umum, mencakup segala perkara. Jika perkara  diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka inilah bentuk penyia-nyiaan amanah.

                Hadits ini menunjukkan akan kenabian Rasulullah n , dimana beliau menerangkan kepada para shahabat suatu berita yang belum terjadi dimasa itu. Dan tidaklah ada dari makhluk yang dapat mengetahui perkara yang ghaib kecuali yang Allah ijinkan untuk mengetahui dari kalangan para nabi dan Rasul, termasuk didalamnya ilmu tentang tanda datangnya hari kiamat.

                Sungguh, tanda-tanda kiamat yang ada pada hadits tersebut telah banyak kita jumpai dan  saksikan. Ini menunjukkan akan dekatnya hari kiamat tersebut. Penyia-nyiaan amanah adalah salah satu tanda kecil akan datangnya hari kiamat, disamping banyak tanda-tanda lainnya. Di sana terdapat pula tanda-tanda yang besar akan datangnya hari kiamat. Kita berlindung kepada Allah dari hari kiamat ini.amin

SYARH IBNU BATTHAL