Soal: apakah benar bahwa sakitnya orang tuaku adalah bukti akan kecintaan Allah atasnya, berdasarkan sabda Rasulullah n :”sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba Ia akan mengujinya”, perlu diketahui bahwa orang tuaku tidak melakukan salat sebelum sakitnya, dan apakah sakit akan meringankan dosa?

Jawab: seorang mukmin yang tertimpa musibah sakit atau selainnya, akan gugur dosa-dosa darinya, berdasarkan sabda Rasulullah n : “tidaklah suatu musibah yang menimpa atas seorang muslim kecuali Allah akan menghapus dosanya, walaupun hanya duri yang mengenainya”(H.R. Ahmad, Al Bukhary dan muslim). Dan diriwayatkan bahwa beliau bersabda :”sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya musibah,dan sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, Ia akan mengujinya. Maka barangsiapa yang ridha maka Allahpun Ridha, dan barangsiapa yang murka maka baginyalah kemurkaan(Allah)(H.R. At Tirmidzi). Ini adalah (hukum) bagi seorang mukmin. Adapun orang yang kafir maka (bala’ itu) adalah hukuman yang disegerakan baginya. Dan orang yang meninggalkan salat terhitung sebagai orang yang kafir sesuai dengan pendapat terkuat dari para ulama’.