DAKWAH KEPADA TAUHID

Pada masa ini, kita dapati ajaran Islam telah banyak dilalaikan oleh para penganutnya. Islam seakan hanya sebagai simbol yang hanya ada dihari-hari raya, akad nikah, serta musibah kematian. Islam dianggap sekedar menjalankan salat, zakat, puasa dan haji . Selebihnya, tidak kita lihat pada banyak dari kaum muslimin yang menegakkan ajaran Islam dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh ini adalah satu musibah besar bagi kaum muslimin secara umum.


sebagian dari kita yang mempunyai semangat untuk memperbaiki keadaan, berusaha untuk berfikir. Apakah jalan supaya kaum muslimin mau kembali kepada ajaran mereka, bagaimanakah solusi yang tepat untuk mengatasi problematika ini?. Dari sini, bermunculanlah berbagai pendapat yang dikemukakan, dan berbagai praktek yang dilakukan. Muncullah pendapat dari sebagian mereka bahwa permasalahan ini bermula dari kemiskinan. Kemiskinanlah pangkal masalah yang dihadapi. Jadilah kemudian ia mencari solusi dengan cara menggalang harta sebanyak-banyaknya, dan memusatkan dakwah pada bentuk bagaimana supaya ekonomi kaum muslimin kuat. Sebagian yang lain berpendapat bahwa perubahan baru akan terwujud dengan kaum muslimin menguasai parlemen sehingga dapat melakukan keputusan-keputusan yang memperbaiki kaum muslimin. Sebagian yang lain berpendapat bahwa kaum muslimin butuh kepada da’i-da’i yang mengajak mereka kepada kebaikan, dengan kelembutan dan akhlak yang baik dan menghindari perselisihan yang mungkin akan terjadi. Sehingga merekapun menghasung orang-orang untuk berdakwah dari masjid kemasjid yang lain, untuk mengajak kepada solat, baca Al Quran, dan sebagainya, namun berusaha untuk tidak mengangkat persoalan agama yang menurut mereka sebagai sebab pertentangan, seperti masalah tauhid. Maka dakwah inipun dilakukan tanpa ajakan kepada tauhid dan aqidah yang benar. Tentulah pendapat-pendapat ini perlu ditimbang kebenarannya, apakah sesuai dengan Al Quran dan sunnah Rasulullah n, dan dengan pemahaman generasi awal ataukah tidak
Yang perlu diketahui oleh kita adalah bahwa Islam adalah agama yang sempurna dari seluruh aspek kehidupan, jangankan dalam perkara yang besar, dalam perkara yang menurut sebagian orang sebagai perkara yang kurang berartipun Islam telah mengaturnya. Seperti dalam masalah buang air, masalah jual beli, hingga dalam cara berdakwah yang benar. Terkhusus permasalaan dakwah, memperbaiki manusia disegala aspek kehidupan, merupakan amalan yang agung, amalan ini adalah pekerjaan utama para Rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka. tentulah dakwah merupakan perkara yang besar. Allahpun l telah mengatur tentangnya. Kita tentu yakin, bahwa para rasul adalah manusia paling baik dikaumnya. Mereka dipilih sebagai juru dakwah dan mubaligh yang menyampaikan kebenaran. Maka, dari sinilah kita hendaknya mencontoh mereka, terlebih menghadapi keadaan Islam yang kian terasing, tentu kita sangat butuh kepada bimbingan Islam dalam mengetahui cara dakwah yang benar. Lalu, bagaimanakah cara yang mereka tempuh dalam berdakwah kepada kaumnya serta apakah yang didakwahkan?.
Dalam Islam, seruan yang pertama kali didakwahkan oleh Rasulullah n, dan juga para Rasul lainnya adalah tentang tauhid. Allah l telah menyebutkan dalam Al Quran bahwa dakwah yang pertama kali diserukan oleh para Rasul adalah dakwah tentang tauhid. Allah berfirman dalam kitab-Nya :
ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ
“dan tidaklah kami utus sebelummu (wahai Muhammad) seorang Rasulpun kecuali kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Aku maka beribadalah kalian (kepadaku)”(Al Anbiya’ :25)
Lihatlah bagaimana seruan para Rasul ini, dakwah mereka pertama kali adalah masalah tauhid, mengesakan Allah dalam Ibadah dan melarang kesyirikan. Sebagaimana itu telah diperintahkan oleh Allah dalam ayat ini dan juga ayat yang lain. Hal ini karena tauhid adalah pondasi bagi seluruh amal perbuatan seorang hamba, diterima atau ditolaknya suatu amalan tidak akan lepas dengan baik dan benarnya tauhid seseorang. Bak sebuah rumah, kokoh tidaknya suatu bangunan, dipengaruhi dengan kekuatan pondasinya. Agama seseorangpun dipengaruhi baik buruknya tauhid orang tersebut. Senada dengan perintah berdakwah dengan tauhid, adalah bimbingan Raulullah n kepada salah seorang sahabat, yaitu kepada Muadz bin Jabal tatkala beliau mengutusnya untuk menjadi da’i kenegeri Yaman. Rasulullah bersabda membimbing Muadz tentang apa yang seharuskan didakwahkan pertama kali :
: إنك تأتي قوما من أهل الكتاب فادعهم إلى شهادة أن لا إله إلا الله وأني رسول الله
“sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahlul kitab (kaum Nashrani,red) maka ajaklah mereka kepada persaksian laa ilaha illallah dan aku ini Rasulullah…”(H.R. Muslim)
Demikianlah inti dakwah yang semestinya diamalkan pertama kali, yaitu menyeru manusia untuk mengesakan Allah dalam ibadahnya, kemudian baru disusul dengan perkara agama yang lain. Hal ini pula yang dipraktekkan oleh Rasulullah n di awal Islam muncul di negeri Makkah. Selama tiga belas tahun, beliau berdakwah di Makkah untuk mengajak kaumnya supaya beribadah hanya kepada Allah, baik dilakukan secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Dakwah tauhid inipun tetap beliau lakukan di negeri Madinah. Lebih dari itu, sampai menjelang wafatpun beliau masih mengingatkan para shahabat dari praktek-praktek yang menjerumuskan kelubang kesyirikan.
Sungguh dahulu, kaum musrikin Arab yang Rasulullah Muhammad diutus kepada mereka, keadaannya tidak lebih baik dari keadaan kaum muslimin saat ini. Bahkan, kerusakannya sudah mencapai puncaknya. Dalam seluruh sendi kehidupan kaum musyrikin arab ketika itu, sangat butuh kepada perbaikan. Seandainya pendapat-pendapat yang telah dipaparkan tadi merupakan jalan yang terbaik dalam berdakwah, dan perbaikan bagi kaum muslimin, tentulah Rasulullah adalah orang yang pertama kali melaksanakannya. Namun beliau tetap memulai dakwah kepada kaum beliau pada perbaikan tauhid dan aqidah yang benar. Dan pada saat ini, kita telah mengetahui keberhasilan dakwah beliau n , dan apa bisa yang dicapai dengannya. Sebuah keyakinan agama yang tersebar luas diseluruh penjuru dunia. Maka nampaklah kalau begitu solusi yang tepat untuk mengatasi krisis yang sedang kita rasakan, yaitu berdakwah kepada tauhid yang benar.
Nah, dengan apakah dakwah kita akan melangkah pertama kali?
ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ

“sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari Akhir” (Al Ahzab : 21)
Wallahu a’lam