LIMA FITRAH MANUSIA

 

                Manusia diciptakan menyukai kebersihan dalam segala aspeknya. Sebagaimana mereka juga tidak menyenangi segala sesuatu yang bersifat kotor. Demikianlah fitrah manusia, diciptakan bertabiat senang terhadap kebersihan dan benci dengan kekotoran.

Agama Islam, Allah jadikan sesuai dengan tabiat manusia ini. Oleh kerenanya, segala perkara yang sesuai dengan tabiat manusia, didukung dan diarahkan didalam syariat yang suci ini. Termasuk dalam perkara fitrah yang sesuai dengan syariat dan dimotivasi oleh Islam untuk mengamalkannya adalah :

 

  1. khitan

khitan adalah memotong kulfah (ujung kulit dzakar) laki-laki. Amalan ini memiliki faidah yang besar. Dengan tetap adanya kulfah pada anggota badan ini akan menyebabkan tertahannya kotoran dan najis didalamnya, dan dengan menumpuknya kotoran dan najis tersebut akan merusak thaharah dan solat seseorang, demikian juga dapat menyebabkan sakitnya badan, sehingga Ibnu Abbas c berpendapat tentang tidak syahnya solat seseorang karena adanya najis yang berada dikulfah ini . Oleh sebab itu khitan adalah termasuk salah satu jalan untuk mendapatkan kebersihan badan yang sempurna serta penjagaan kesehatan bagi badan itu sendiri. Khitan selain sesuai dengan fitrah, juga merupakan syiar Islam dan merupakan kewajiban bagi kaum laki-laki. Ia juga merupakan amalan para nabi terdahulu, hal ini sebagaimana yang telah rasulullah sabdakan: ”Ibrahim q berkhitan sedang beliau berumur delapan puluh tahun”(H.R. Bukhari Muslim dari shahabat Abu Hurairah z )

Khitan ini juga disyariatkan bagi para wanita dengan cara memotong sebagian klitoris wanita. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh rasulullah ` :

لمدينة امرأة تختن فقال لها النبي صلى الله عليه وسلم : ( لا تنهكي ؛ فإن ذلك أحظى

للمرأة وأحب إلى البعل

Dahulu di madinah ada seorang wanita hendak berkhitan maka Rasulullah bersabda kepadanya :”jangan engkau habiskan, karena itu lebih ….bagi wanita dan lebih disenangi suami (H.R. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al Albany dalam sahih sunan Abu dawud).sebagian ulama menyebutkan tentang sunahnya khitan bagi wanita, sebagian lagi berpandangan tentang wajibnya amalan ini bagi kaum wanita. Baik dihukumi wajib ataupun sunnah, bagi para wanita yang telah memasuki usia baligh dan ingin untuk khitan, hendaknya ia melakukannya dengan ijin orang tua, tetap mengusahakan tertutupnya aurat kecuali yang mesti tampak, dan tidak perlu mengumumkan kepada khalayak ramai ketika melakukannya.

  1. Istihdad (mencukur bulu kemaluan)

Istihdad dilakukan dengan mencukur bulu yang terdapat disekitar kemaluan (al ‘aanah) serta bulu yang terdapat disekitar dubur seseorang. Bulu rambut kemaluan yang dibiarkan tetap ada di daerah tersebut akan menyebabkan daerah tersebut rawan terkena kotoran dan najis serta akan mengurangi kesempurnaan taharah seseorang. Istihdad termasuk salah satu amalan yang diperintahkan oleh syariat, dan sesuai dengan fitrah manusia sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah ` :

من الفطرة حلق العانة وتقليم الأظفار وقص الشارب

“termasuk dari fitrah adalah :mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, dan memotong kumis” (H.R. Bukhari dari shahabat Ibnu Umar c )

  1. mencukur kumis

kumis yang dibiarkan terlalu panjang akan mempengaruhi penampilan seseorang. Ia akan terlihat jelek dan kurang bersih. Terlebih ketika seseorang sedang makan dan minum sedang ia berkumis panjang, tentu akan mengganggu pemiliknya. Seorang muslim diperintahkan untuk memanjangkan jenggot dan memotong kumis, sebab memanjangkan jenggot dan memotong kumis adalah termasuk cara untuk menyelisihi kebiasaan orang-orang musyrik. Rasulullah ` bersabda :

 خالفوا المشركين وفروا اللحى وأحفوا الشوارب

“Selisihilah orang-orang musyrik,dan panjangkanlah jenggot, dan potonglah kumis “(H.R. Al bukhari dan Muslim dari shahabat Abdullah bin Umar c )

  1. memotong kuku

kuku panjang adalah sumber penyakit, sebab dapat menyimpan kotoran-kotoran. Kalau kita makan dengan kuku yang panjang (tanpa sendok atau yang semisalnya) maka kotoran yang terdapat didalamnya akan bercampur dengan makanan. Tentulah ini merupakan cara hidup yang tidak sehat. Ibnul Qoyyim menerangkan bahwa seorang yang memiliki kuku panjang yang tersimpan didalamnya kotoran-kotoran maka kita diwajibkan untuk memotongnya sebagai suatu keabsahan thaharah.

  1. mencabut bulu ketiak

cobalah kita bayangkan, kalau seorang tidak pernah mencabut bulu ketiaknya. Tentu akan menyebabkan bau yang tidak sedap, apalagi dengan keringat yang keluar dari tubuhnya. Jadilah ia sebagai produsen “bau badan”. Maka kita hendaknya mencabut bulu ketiak tersebut supaya tubuh mendapatkan kebersihan yang sempurna dan terbebas dari bau yang mengganggu.

lima fitrah ini telah rasulullah ` sebutkan dalam hadits beliau

الفطرة خمس ( أو خمس من الفطرة ) الختان والاستحداد وتقليم الأظفار ونتف الإبط وقص الشارب

“Fitrah itu ada lima (atau lima yang termasuk fitrah) :khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah z )

Demikianlah lima jenis fitrah yang syariat memerintahkannya, barangsiapa yang melakukan kelima fitrah tersebut berarti dia telah sesuai dengan agama dan fitrahnya, dan semakin menyempurnakan agamanya dan sebaliknya seorang yang tidak mau melakukannya berarti ia telah menyelisihi fitrah dan agamanya. Tentu saja jumlah lima ini bukan merupakan pembatasan jumlah, namun ini menunjukkan bahwa kelima fitrah ini memiliki kedudukan yang penting dalam syariat. wallahu a’lam.

Referensi :     taisirul alam

Tuhfatul maudud fii ahkamil maulud

dll