Kebutuhan manusia terhadap buang air merupakan perkara yang telah menjadi keharusan. Dalam satu hari satu malam, kita mesti melakukannya walau cuma satu kali. Maka dari itu kita sangat butuh untuk mengetahui adab -adabnya, supaya kita senantiasa dapat menuai pahala dalam setiap gerak kita. Alhamdulillah, Allah telah memberikan ketentuan dan adab yang berhubungan dengan buang air ini sehingga hamba -hamba-Nya dapat melakukannya dengan benar. Berikut sebagian ketentuan dan adab buang air.

 

  1. berdoa ketika hendak masuk kekamar mandi

doanya adalah dengan membaca basmalah sebagaimana atsar dari Ali bin Abi Thalib z

“batas antara mata jin dan aurat anak adam (yaitu) dengan membaca basmallah ketika memasuki kamar mandi” (Riwayat Tirmidzi dan dishahihkan Al Albany dalam Irwa’ul Ghalil)

Kemudian membaca :

اللهم إني أعوذ بك من الخبث و الخبائث

”Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari syaithan yang laki-laki maupun yang perempuan”(H.R. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Anas bin Malik z )

  1. tidak menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air

Rasulullah ` bersabda: ”apabila kalian hendak buang air, maka janganlah kalian menghadap atau membelakangi kiblat, namun menghadaplah kearah timur atau barat”(H.R. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Ayyub Al Anshari z)

Hal ini karena Madinah terletak disebelah …..Makkah, sehingga untuk menghindari menghadap atau membelakangi kiblat adalah dengan menghadap kearah timur atau barat.

  1. jagalah supaya air kencing jangan menyiprat ke pakaian atau tubuh kita

ini adalah perkara yang penting, jangan sampai kita diadzab dalam kubur karena sebab menyepelekan hal ini. Rasulullah ` bersabda ketika melewati dua kuburan :”sesungguhnya kedua (penghuni)nya sedang diadzab, dan keduanya tidak diadzab karena satu perkara yang besar. Adapun satunya (ia diadzab sebab) tidak menjaga diri dari (cipratan) kencing, adapun yang satunya lagi ia senang melakukan namimah”(H.R. Al Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas ). Hadits ini adalah ancaman bagi orang yang tidak berhati -hati dari terkena cipratan air kencing, apatah lagi bagi orang yang memang sengaja tidak cebok, tentu lebih pantas untuk mendapatkan ancaman ini.

  1. beristinja’ setelah buang air dengan memakai tangan kiri

dalam adab Islam tangan kanan dipakai untuk thaharah, melakukan perkara kebersihan, makan, minum, dan lainnya. Sebaliknya tangan kiri digunakan untuk membersihkan kotoran- kotoran yang najis dan mengganggu. Jangan sampai kita balik peran kedua tangan ini sehingga kerja tangan kiri dialihfungsikan menjadi tangan kanan atau sebaliknya sebagaimana telah dilakukan oleh banyak orang.

Mengenai perintah untuk membersihkan kotoran dengan tangan kiri telah disebutkan oleh Rasulullah ` : ”janganlah sekali-kali seorang dari kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanan ketika kencing, dan janganlah kalian cebok dengannya” (H.R. Al Bukhari dan Muslimdari shahabat Abu Qatadah Al Harits bin Rib’i Al Anshary z)

  1. gunakan air untuk beristinja’ jika tidak ada maka boleh dengan memakai batu, tissue  atau yang semisalnya
  2. hindari membawa mushaf Al Quran dalam rangka memuliakannya

Al Quran adalah kalam Allah yang Mulia, sebagai seorang muslim tentu kita berusaha untuk memuliakan Al Quran tersebut. Salah satu bentuk pemuliaan Al Quran ini adalah dengan kita tidak membawanya ke tempat-tempat yang najis, yang dipakai untuk membuang kotoran seperti WC. Allah  berfirman:

ﭨ  ﭩ  ﭪ  ﭫ   ﭬ  ﭭ  ﭮ  ﭯ   ﭰ      ﭱ

“demikianlah perintah Allah,dan barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka itu timbul dari ketakwaan hati”[Al Hajj :32]

  1. stop, jangan berlebihan dalam memakai air
  2. siram bekas air kencing atau kotoran
  3. bacalah do’a keluar kamar mandi

yaitu dengan membaca :

غفرانك

“Ampunan-Mu (Ya Allah)”(H.R. Ashabus Sunan kecuali Nasa’i)

  1. ingat… ketika masuk gunakan kaki kiri, dan ketika keluar gunakan kaki yang kanan

(كان صلى الله عليه وسلم يعجبه التيمن في ترجله التيمن وطهوره وفي شأنه كله ” . متفق عليه ) .

Dari Aisyah :dahulu rasulullah menyenangi untukmendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir, dan bersuci serta seluruh keadaan (Muttaqafun alaihi). Jadi Rasulullah menyukai untuk mendahulukan kanan beliau dalam seluruh keadaan sebagaimana dalam hadits ini. Namun dalam perkara membersihkan kotoran atau ketika memasuki wc Rasulullah mendahulukan yang kiri dari yang kanan sebagaimana tersebut dalam hadits-hsdits beliau yang lain.

maraji’ :Taisirul ‘alam

Ad Dharory AlMudhiyah (Asy Syaukani)

dll

irwa’ul Ghalil