Latest Entries »

Muslim itu rapi


air-terjun1.jpgAda yang menarik di sepanjang jalan yang biasa aku lalui. Hari itu jalanan dipenuhi dengan para scooter mania. Biasa… lagi touring rame-rame. Entah kemana tujuan mereka, yang jelas banyak mata yang memandang mereka. ada yang tersenyum heran, tertawa, ada pula yang geleng-geleng kepala. Banyaklah komentar yang muncul tentang club satu ini. Pasalnya, penampilan mereka itu loh…ngga nguatin. Sudah motornya dimodif dengan modif yang aneh dan ekstrim, di embel-embelin pula dengan berbagai barang bekas, kaleng bekas lah, botol bekaslah, lap bekas, pokoknya yang bekas-bekas deh. belum lagi penampilan pemiliknya. Wuih super cuek, cuek merawat badan, dan…pakaian. Pokoknya “ be yours self” seperti kata orang. Abis itu bangganya minta ampun, semakin pede dan asik bila ada yang mlototin mereka, serasa lain dari yang lain.

Sobat muda kalian pernah bukan liat yang seperti ini. Aneh apa enggak sih penampilan saudara-saudara kita itu? Trus dari sisi pertimbangan syar’i boleh apa nggak ya?

Kalau kita melihat kepada sifat muda, pemuda identik dengan fase manusia yang belum tau apa-apa, tapi ingin tau apa-apa. Seorang pemuda biasamya lebih berani berbuat dan bertindak revolusioner tak mengenal takut, tak mengenal lelah, tak mengenal malu, dan memiliki keingintahuan yang tinggi. apapun bisa dia lakukan bila didasari dengan  kemauan. Tak heran bila banyak perkara yang hanya bisa dilakukan disaat muda namun tidak bisa dilakukan dimasa setelahnya. Ingin menjadi yang lain dari yang lain, tidak mempertimbangkan apa yang akan dicapai dari itu semua.  Namun tunggu dulu, semangat pemuda ada kalanya harus diarahkan dan dibimbing agar tidak keblinger memilih yang salah. Sebagian pemuda bersemangat ingin tampil lain dari yang lain, seperti para pemuda tadi, sayangnya justru ada yang tidak patut dilakukan disisi pertimbangan agama dan adat masyarakat.   Nah, kali ini kita akan sedikit berbicara seputar berpenampilan, semoga bisa diambil sebagai ibrah insyaallah

Sobat muda, yang harus dipahami adalah bahwa penampilan yang indah tentu disukai. Bahkan, Allahpun disifati dengan keindahan. Hal ini pernah dikatakan oleh Rasulullah :

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah itu indah, menyukai keindahan” [H.R. Muslim, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ]

Dari hadits ini, kita tentu paham bahwa keindahan itu dicintai oleh Allah.  Allah menyukai bila hamba-Nya berpenampilan rapi, indah, dan bersih sebagaimana kandungan hadits  tersebut. Namun sebaliknya, bila kita berpenampilan kotor, dekil, rambut awut-awutan, gak pernah mandi, gak mau bersih-bersihin diri, tentu Allah tidak akan menyukainya. Lebih dari itu, makhluk-makhluk Allah juga tidak menyukai dengan penampilan “kotor” kita itu. Kalian pernah bukan mendengar hadits Rasulullah tentang para malaikat yang merasa terganggu dengan bau yang tidak sedap yang muncul dari manusia.

Sobat, penampilan yang bersih jangan dikata identik dengan para wanita saja. Sebagaimana anggapan sebagian mereka yang anti kebersihan. Sehingga karena anggapan salah ini merekapun berusaha untuk berpenampilan dekil dan masa bodo terhadap penampilan dirinya. Bahkan, justru mereka merasa aneh bila melihat seorang laki-laki berpenampilan bersih.  Padahal banyak loh dalil- dalil dari Al Quran atau As Sunnah yang menyuruh kita untuk menjaga kebersihan badan dan penampilan kita. Diantara dalil-dalilnya adalah ayat berikut:

… dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah. [Q.S. Al Muddatstsir: 4-5]

Juga dalam ayat yang lain Allah menyebutkan kepada kita tentang kecintaan-Nya kepada orang yang suka bersuci dan membersihkan diri

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat dan membersihkan diri” [Q.S. Al Baqarah : 222]

Dari dua ayat ini kita faham bukan bahwa kita diperintahkan untuk berpenampilan bersih. Ayat –ayat tadi juga selaras dengan anjuran dan perintah Rasulullah kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan diri. Bahkan Rasulullah n mengaitkan keimanan seseorang dengan kebersihannya. Coba tengok hadits Rasul berikut ini :

“Kebersihan adalah sebagian dari iman….. “ [H.R. Muslim].

Tuh kan, Rasulullah mengaitkan keimanan dengan kebersihan. Yang artinya, seorang bisa dinilai keimanannya dengan sikap dia dalam menjaga kebersihan dirinya. Tentu saja kebersihan disini bukan melulu bersih jasmani tanpa dilihat dari kebersihan rohaninya. Sebab banyak  juga orang yang secara dhahir tampil rapi dan bersih tapi batinnya menyimpan kekafiran, iya kan? Yang jelas orang-orang yang bangga punya rambut rasta, pastinya jarang deh rambutnya terkena air wudlu apalagi mandi keramas. Plus jarang pula bersisir. Padahal seorang muslim dituntut solat untuk wudlu, mandi dan bersih-bersih diri.  Rasulullah bersabda yang artinya :

“Wajib bagi setiap muslim sekali dalam seminggu (tujuh hari) dengan mencuci kepala dan seluruh tubuhnya” [H.R. al Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ].  

Nah, Jadi jangan berbangga dan berdecak kagum deh terhadap orang-orang yang berpenampilan norak dan aneh tapi menyelisihi syariat Allah. Toh Allah lebih menyukai hamba-Nya yang bersih, dan suka membersihkan diri.

Tampil Rapi…kenapa tidak

Tampil rapi, sesuai ajaran Nabi. Demikian hendaknya kita meniatkan dalam diri kita saat berpakaian dan berpenampilan. Sebab niatan yang seperti ini bisa menjadi sumber pahala yan bakal kita tuai. Bukannya Allah telah memerintahkan kita untuk berhias saat hendak melaksanakan kewajiban salat. Bayangkan sobat muda, setiap hari minimalnya kita melakukan salat 5 kali sehari, kira2 akan nampak kusut dan kotor nggak seorang yang berhias lima kali sehari? Tentu tidak bukan. Dalam Al Quran Allah berfirman dalam surat Al A’raf ayat 31:

“Hai anak Adam, kenakan pakaianmu yang indah disetiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang belebih-lebihan.”

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kita untuk memakai pakaian indah setiap memasuki masjid dan hendak mengerjakan salat didalamnya. Artinya seorang muslim sejati pasti jauh dari penampilan kumuh, jorok dan kotor. Karena Allah telah mensyariatkan buat hamba-Nya untuk senantiasa berpenampilan menarik. Mandi, berwudlu, menggosok gigi, berpakaian rapi, memakai minyak wangi, menyisir rambut, dan lainnya, semuanya telah diajarkan junjungan kita bukan.?. Tentu saja kerapian dan kebersihan tidak mengharuskan kita untuk bermewah-mewahan, namun sederhana asalkan bersih, tanpa meniatkan kesombongan dan bangga diri.

Jadi jangan sampai deh kita merasa risih ketika tampil bersih dan rapi. Tapi hendaknya merasa senang dan cinta dengan penampilan ini. Ini loh penampilan seorang pemuda muslim : bersih, rapi, wangi …..berhias taqwa kepada-Nya. Bisa kan?

ABU SAID AL KHUDRY z


Abu Said Saad bin Malik bin Sinan bin Ubaid bin Tsa’labah bin Ubaid bin Al Abjar (khudrah bin Auf) Al Khazraji al Anshari al Khudry. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Abu Said Al Khudry. Sosok shahabat dari kalangan al Anshar yang sering kita dengar dalam periwayatan hadits-hadits Nabi n . Masuk Islam saat beliau masih berumur 10 tahun. Ibu beliau adalah Anisah bintu Abi Haritsah dari Bani Ady .

Malik bin Sinan, ayah beliau adalah seorang shahabat Anshar yang gugur dimedan perang Uhud. Saat terjadi perang Uhud beliau masih terhitung sebagai anak-anak sehingga tidak diperbolehkan oleh Rasulullah n untuk mengikuti peperangan bersama ayahnya dan para shahabat senior. Kendatipun ayahnya telah melobi Rasulullah n agar memasukkan anaknya dalam barisan pejuang uhud. Dan kendatipun Saad begitu bersemangat untuk menjadi bagian dari pasukan Rasulullah n . Yaa, bersemangat untuk menjadi bagian tentara Allah dibawah panji Rasulullah n. Namun, beliau adalah anak yang baru berumur 13 tahun saat itu.

View full article »


Soal: Apa hukum hadiah yang diberikan sebagai dorongan semangat dalam menghafal Al Quran atau kegiatan lain di tempat pendidikan ilmu agama? View full article »


SABAR SAAT MARAH, OH MAMPUKAH? Bila marah, wajah seorang menegang dan memerah serta memancarkan semburat amarah. Urat-urat mengembang dan menonjol, berpadu dengan tangan yang gemetar dan mengepal. Matapun melotot seakan lawannya hendak ia masukkan semuanya dalam pandangan matanya. Disertai napas yang terengah-engah. Belum lagi mulutnya yang memuntahkan berbagai ucapan keji dan sumpah serapah… ada apakah gerangan? Jujur saja, bila seorang anak kecil melihatnya dalam keadaan seperti ini, pastinya mereka akan ketakutan. Yang ganteng berubah jadi buruk, yang cantik hilanglah kesan cantiknya. Orang yang nggak salahpun bisa jadi kena imbasnya. Di depan orang yang marah tembok saja bisa jadi sasaran tinjunya, iakan sob? Masing-masing kita pastinya pernah marah bukan? Jangan tanya rasanya bila sedang marah, shahabat karibpun bisa menjadi musuh nyata, mulutpun rasanya mau memuntahkan seabrek kekesalan di hatinya. Yang biasanya ramah, yang biasanya pendiam, yang biasanya tenang, menjadi berubah menakutkan, mencaci maki, dan memukul kesana kemari, hii ngeri pokoknya… Pantas saja keadaan seorang berubah buruk saat marah. Karena kalau seorang sedang marah, seluruh kejelekan bisa ia undang masuk kedalam dirinya. Potensi negatifnya yang akan mendominasi. Dan ternyata, ada pihak kedua yang mendorongnya seperti itu. Tahukah sobat siapakah pihak itu. Tidak lain tidak bukan pihak kedua itu adalah setan. Rasulullah n bersabda yang artinya,“Sesungguhnya marah berasal itu dari syetan, dan syetan itu di ciptakan dari api, sedangkan api itu bisa dipadamkan dengan air. Oleh karena itu apabila seseorang dari kalian marah, maka hendaklah ia berwudhu.” [H.R. Abu Dawud dari Ummu Athiyah] Sobat muda, sebenarnya marah itu adalah salah satu pintu terbesar untuk masuknya serangan setan kepada manusia. Sebab saat seorang marah, otomatis akal pikiran akan tertutup. Bila sudah demikian maka saat itulah setan mempermainkan manusia sesuka mereka. Jangan heran ya bila ada seorang yang membanting-banting perabot rumah tangga saat marah, padahal sebelumnya ia sangat sayang dengan perabotnya. Seorang ibupun tega menghabisi anak bayinya hanya karena kesal/marah. Yah saat marah, manusia ibarat boneka mainan bagi setan bila sedang marah. Sobat muda, oleh karena itu, seorang yang mampu menahan marah adalah seorang yang kuat. Ia bisa mencegah godaan setan pada dirinya. Ia justru bisa membuat setan marah dan kecewa bila bisa menahan amarahnya. Makanya seorang yang dapat meredam amarah ialah orang yang benar-benar kuat. Orang yang gagah perkasa belum tentu bisa menahan amarah. Seorang ahli beladiri sangat jarang yang bisa mengontrol diri saat marah. Yang ada adalah bagaimana bisa melampiaskan amarah. Oleh karena itu Rasulullah n memuji seorang yang dapat menahan amarah sebagai seorang yang kuat. Rasulullah n bersabda : لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ “Bukanlah orang yang kuat itu kuat bergulat, (tetapi) sesungguhnya orang yang kuat itu ialah orang yang dapat (mampu) menguasai nafsunya tatkala marah“. [H.R. Al Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah z] Sebagian orang berkilah, bukannya seorang akan menjadi lega dan tenang saat sudah bisa menyalurkan marahnya? Dan menahan marah justru akan menyebabkan penyakit pada tubuh? Kita jawab bahwa leganya seseorang dari kondisi jiwanya saat marah, bukanlah disebabkan ia bisa melampiaskan amarahnya. Namun karena luapan emosi yang telah mereda. Bukan karena seorang melampiaskannya. Justru yang banyak kita jumpai adalah penyesalan yang datang dari sebab menyalurkan amarah yang kadung menguasainya. Oleh karenanya sungguh termasuk sikap yang terpuji bila seseorang bisa menahan diri dari marahnya. Ia bisa memadamkan api kemarahannya. Allah l pun memuji seorang yang mampu menahan marah : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” [Q.S. Ali Imran : 133-134] Nah kan, seorang yang dapat menahan amarah itulah orang yang terpuji disisi Allah. TAKDIR DAN MARAH Ada saja sebab –sebab manusia marah. Adik yang bandellah, nilai yang jebloklah, tujuan yang nggak kesampaianlah, tetangga yang cerewetlah, pak guru yang egoislah, atau teman yang maunya menang sendiri. Semua berpotensi membuat kita marah. Sobat muda, ada satu cara untuk kita mengontrol dan menghilangkan amarah, yaitu dengan melihat dengan pertimbangan takdir Allah. Loh kok? Ya… kita semua harus yakin bahwa semua yang menimpa kita pastinya tidak lepas dari ketentuan Allah. Terkadang kita marah dengan suatu hal, padahal ia sudah ditentukan oleh Allah. Bagaimanapun keinginan kita terhadap suatu hal, kalo Allah tidak menghendaki tentu tidak akan kesampaian. Jadi kenapa harus marah sampe banting-banting buku gitu?, kenapa harus berucap sumpah serapah bila sudah ketetapan Allah?bukannya kita harus bersikap tenang dan sabar saat keinginan tak kesampaian, lalu instropeksi diri dan mencari penyelesaian yang baik. Ya sih susah memang menjaga sikap marah, apalagi kalo temperamen kita adalah pemarah. Tapi yang jelas kita tidak boleh putus asa untuk berusaha sabar, demi mendapatkan pahala yang melimpah dari-Nya. Ingat, kita tidak ingin menjadi boneka bagi setan musuh kita, dan kita ber azzam untuk menjadikan setan kecewa dan sedih karena tidak bisa mempermainkan kita. Nah sobat muda, Ayo mulai berbenah…[Hammam]


SAAD BIN ABI WAQQASH z

 

Nama lengkapnya adalah Sa’ad bin Abi Waqqash bin Uhaib Az-Zuhri. Beliau berkuniah Abu Ishaq. beliau juga sering dipanggil dengan nama Saad bin Malik Az Zuhri. Kakeknya ialah Uhaib, putera dari Manaf yang menjadi paman dari Aminah bintu wahab ibunda Rasulullah n.. Oleh karenanya berdasarkan garis keturunan, beliau termasuk paman Rasulullah n dari jalur ibu. Rasulullah n pernah membanggakan beliau kepada beberapa orang shahabat, beliau mengatakan “Inilah pamanku. Coba tunjukkan padaku siapa yang punya paman seperti pamanku!”

View full article »


Hidup tenang, tanpa ada gangguan. Demikianlah keinginan yang mungkin ada dalam angan kita. Tentu saja ketenangan itu tidak berarti kita dapatkan dengan cara hidup menyendiri di hutan atau gunung-gunung, tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Sebab manusia adalah makhluk sosial, yang butuh kepada yang lain. Dalam ulasan berikut ini, kita akan melihat rambu-rambu kehidupan manusia dalam hubungannya dengan tetangga

View full article »

nabi pertama


س2: إن هذا أيضا من المعتقدات أي من الإيمان أن آدم عليه السلام أول نبي من الأنبياء كما أشار إليه الله تعالى في القرآن الحكيم بقوله { فَتَلَقَّى آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ } (1) أين الدلائل الظاهرة المبينة لرسالة آدم ؟

Soal : apabila ini termasuk dari keyakinan iman bahwa Adam as adalah Nabi yang pertama sebagai mana telah ditunjukkan oleh Allah dalam Al Quran AlHakim dengan firman-Nya

Maka Adampun mendapatkan ucapan-ucapan dari Rabbnya maka beliaupun bertaubat (dengan mengucapkannya)

Lalu, manakah dalil yang jelas tentang kerasulan Adam?

ج2: أول الرسل عليهم السلام إلى أهل الأرض نوح ، كما جاء ذلك في حديث الشفاعة المخرج في الصحيحين.

وأما آدم فقيل: إنه نبي، وعلى ذلك يكون أول الأنبياء بدليل الآية التي ذكرت في السؤال وقوله تعالى: { وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَى آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا } (2) 

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Jawab : Rasul yang pertama diutus kepada penduduk bumi adalah Nuh, sebagaimana halini dijelaskan dalam hadits tentang syafaat yang disebutkan dalam Ash Shahihain (Al Bukhari dan Muslim). Adapun Adam maka ada yang berpendapat bahwa beliau adalah Nabi saja, sehingga beliau adalah nabi yang pertama dengan dalil ayat yang telah engkau sebutkan dalam soal. Demikian juga firman Allah :

Sungguh Kami telah mengambil perjanjian kepada Adam sebelumnya, …..”

. Wa billahi taufik wa shalallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa sallam.

[ Al Lajnah Ad Daimah lil buhutsi Al ‘Ilmiyati wal Ifta’]    


HASAN BIN ALI z

Nama beliau adalah Abu Muhammad al Hasan bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muththalib bin Hasyim al-Qurasyi al-Hasyimi, cucu Rasulullah n . Beliau adalah pemimpin kaum mukminin setelah wafatnya ayah beliau Ali bin Abi Thalib dengan waktu yang singkat. putera dari puteri Rasulullah shalallah alaihi wa salam ,- Fathimah az-Zahra- dan raihanah (kesayangan) beliau .

Bibi beliau dari ibunya adalah zainab, ummu kultsum, dan Ruqayyah, yang merupakan puteri-puteri Rasulullah, serta hindun bin abi halah (saudari Fatimah Az Zahra seibu). Menurut pendapat yang kuat beliau lahir pada pertengahan Ramadhan tahun 3 H. Rasulullah saw. mentahniknya dengan ludah beliau dan memberinya nama al-Hasan. View full article »


MEREKA ADALAH WASILAHMU DALAM MENGGAPAI SURGA

Sobat muda, manusia muncul kedunia pasti melewati perantara orang tuanya, tidak terkecuali kita. Mulai kita dikandungan, kemudian menjadi jabang bayi yang begitu merepotkan, lalu tumbuh menjadi balita yang menuntut banyak perhatian ortu kita, sampai menjadi seorang pemuda seperti saat ini. Dalam setiap fase ini sedikit banyak, pasti orang tua kita memiliki peran dalam hidup kita. Nah, ini menandakan bahwa orang tua kita memiliki jasa yang besar atas kita. Saking besarnya, sampai-sampai seorang anak hampir-hampir tidak akan mungkin untuk membalas jasa baik keduanya, loh kok?

Cobalah kita tengok riwayat berikut ini :

Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.”(Diambil dari kitab al-Kabair, karya adz-Dzahabi)

View full article »

AWAS, NAJIS DISEKITAR KITA


Dalam kehidupan sehari-hari, tidak bisa tidak kita terkadang menemui barang-barang yang najis. Kita tentu berusaha menghindari diri kita dari najis, supaya kita senantiasa diatas kesucian dan kebersihan.  Oleh karena itu ada beberapa barang najis yang kita mesti berhati-hati darinya. apa sajakah najis-najis ini :

View full article »